Ada sesuatu yang mengusik saya menyaksikan tayangan metroTV tadi mengenai reka ulang rapat BPUPKI mengenai rumusan / konsensus tentang pembukaan UUD 45. Saya tidak terlalu memperhatikan detail dari jalannya persidangan sampai pada satu sesi ada perwakilan dari bali yang mengusulkan dalam pembukaan bahwa kata – kata “Allah Yang Maha Kuasa”  diganti menjadi “Tuhan Yang Maha Kuasa”. Tanpa bermaksud memperdebatkan tentang dua pilihan kata tersebut diatas, namun satu hal yang mengusik saya adalah seingat saya di sekolah ( kebetulan sempat sampai hafal pembukaan UUD 45 itu ) dan membaca beberapa referensi di internet ( setelahnya melihat ada keganjilan ini ), kata yang digunakan adalah tetap “Allah Yang Maha Kuasa”, namun terlihat dalam tayangan MetroTV – seorang yang memerankan Bung Karno, membaca kembali teks pembukaan tersebut setelahnya ada revisi dan mengakomodasi permintaan dari perwakilan bali tersebut yaitu dengan mengganti kata “Allah” menjadi kata “Tuhan”.

Entah mana yang benar, namun apabila reka ulang rapat itu sengaja di ubah demi mengakomodasi kepentingan terkini terkait keberagaman, pluralisme atau apapun itu, menurut hemat saya sejarah tetap lah sejarah. Tidak selayaknya sejarah di ubah hanya untuk mengakomodasi keadaan. Sangat tidak elok dan sedikit banyak menunjukan watak bangsa yang tidak sanggup melihat kenyataan.

Tanpa mengurangi rasa hormat pada keberagaman bangsa kita yang begitu kaya, bahwa para pejuang terutama yang berbasis dalam pergerakan Islam pada masa itu seperti Syarikat Islam, NU, Muhammadiyah atau yang lainnya memiliki peran yang cukup besar karenanya wajar – wajar saja apabila ada unsur – unsur keislaman yang mewarnai sejarah lahirnya bangsa ini, jadi biarkanlah sejarah itu seperti sejarah supaya anak cucu bangsa ini kedepan bisa memahami sejarah dengan melihat kenyataaan pada masa itu dengan segala perbedaaanya tanpa harus takut menghadapi perbedaan masa kini dan masa yang akan datang.

Dalam Islam Perbedaan adalah Rahmat… ! semoga kita sebagai bangsa sanggup hidup dalam harmoni perbedaan yang nyata.. tidak semu.. Amieen.