Perlu – tidak perlunya organisasi terhadap solusi – solusi yang berkaitan dengan IT menurut pengamatan saya belum merupakan suatu strategi organisasi yang matang yang harusnya sudah ada di dalam cetak biru organisasi. Khususnya pada organisasi kelas menengah yang mengejar profit hanya dalam bentuk “cash money”.
Kebanyakan dari mereka lebih memposisikan solusi IT sebagai sebuah alat bantu kerja seperti halnya penambahan seorang staff untuk mengerjakan suatu pekerjaan tanpa perhitungan ROI misalnya.
Hal ini tentu saja bukan kabar gembira selainnya buat organisasi tersebut tapi buat yang bekerja sebagai stakeholder penyedia solusi IT, apakah dari internal organisasi maupun dari external.
Dengan penghargaan seperti ini pada solusi IT, akan memposisikan para pekerja IT sebagai supporting department pada organisasi tanpa pertimbangan nilai tambah dan di libatkan dalam strategi organisasi.
Melihat masalah seperti ini yg masih banyak dalam organisasi kita, tentu saja ini merupakan tantangan utk para stakeholder IT untuk mengangkat posisi IT to be more than just supporting department but also has to be involved in strategic planning of the organization. Selainnya itu tentu saja butuh para pengambil kebijakan yang semakin memahami peran dan fungsi IT serta bagaimana memaksimalkan solusi IT sebagai bagian yang tak terpisahkan dari fungsi management plannig organisasi.

Tulisan ini tdk bermaksud untuk menggeneralisasi kondisi, tentu saja banyak juga organisasi yang telah memposisikan IT sebagai bagian penting dari organisasi.